Rabu, 16 Januari 2013
Fakhr el-dien el-Razy di 15.20
Serpihan Unik ku
Dimulai malam itu, selepas sholat Isya tgl 08-11-2012, ketika menumpangi Bis Damri yg akan segera meluncur dari Stasiun Gambir ke Soekarno Hatta Airport (Bandara Sokarno Hatta), saya memilih duduk di bagian tengah Bis, merapikan koper dan Travel bag ku di samping kursi yg diami, “Alloohu Akbar” Akhirnya …. sambil menghela nafas Panjang, otakku berputar mulai mendeteksi kata-kata di dinding-dinding hati (Maa Syaa Allooh … kali ini aku benar-benar meninggalkanmu Wahai Negeriku, Negeri tercinta Indonesia. Semoga Aku Bisa Lebih Berbakti Kepada Alloh dan Rasulnya Ketika ku kembali padamu) mataku mulai redup, mungkin karena kelelahan melototi Sesak padatnya Jakarta malam itu. Lanjut hatiku bergumam bernada Do’a (Yaa Allooh … Sungguh Engkau Maha Pengasih lagi Maha Pemberi, Engkau memberikan apa yg dibutuhkan HambaMU setiap kali ia meminta … Alhamdulillaaahi Robbil”aaalamiiin).
Mobilephone ku bordering, sms masuk, tenyata dari K’ Syukriah di Bojong “Salaam, Udah sampai di manaki’ De’ ? Hati-hati di Jalan”, akupun merespon “’alaikum salaam warohmatullooh … iye’ K’, alhamdulillaah udah di atas Bis menuju Bandara. Do’akan ka’ K’ mudah2n Slamat sampai 7an. Aaamiiin. Salaam Kangen Buat Ummi dan A’ba. Salaam.
Sejenak hening, tiba-tiba bahasa turis menabrak daun telingaku
“is this bus go to airport … ? (ke bandaraji ini biska ?)
oh rupanya ada dua Touris di Sebelahku, kelihatannya masih ragu dengan Penjelsan kernek Damri,
sy : yup, right,. (iye’, betul)
Tr (inisal Tourist) : Ok, thanks Terima kasih. (Oke Paeng, Terima Kasih)
Karena terkejut dengan jawabannya, rasa penasaranku mengamuk, belum sempat leherku berputar balik, aku wajahku kembali terarah padanya, sambil memastikan kalau ucapan itu darinya (cieee … biar dramatis dikit) saya memilih mengajaknya meneruskan obrolan, gak perduli obrolan singkat atau Panjang, yang penting dapat berkenalan (iyya nggak-iyaa nggak … )agaknya obrolan kami akan hangat selama dalam perjalanan, benakku.
Sy : oh do you speak Indonesian ? (ih, bahasa indonesiaki’ tadi’ ?)
Sambil senyum dia menjawab
Tr : eee little beat, (eee sedikitji)
sy : Sir, where do you come from ? (asal manaki’ Pak?)
Tr : I come from Blanda, (asal belanda)
Sy : ooo … (dalam anggukan) where have you been so far ? (darimana saja’ki’ paeng selama di sini?)
Tr : I’ve Been went to bali, malang, Jogjakarta. (darik’ bali, malang, jogja)
Akupun menarik senyumnya dengan Jawaban disertai ekspresi mata berbinar
Sy : Woowww … It’s Greeeeeeeat… (iyyattawwwanaa’, Gammara’na)
Mungkin karena merasa digombal, Bibirnya pun terbentuk indah dengan senyumnya yang khas, sambil melanjutkan
Tr : and then I’ll go back. (tp mauma’ pulang ini)
Sy : ooooh (kembali dalam anggukan)
tiba-tiba ….. aku tersentak dengan kehadiran seorang pria memakai topi berpakaian seragam biru menghampiriku, tepat ia berada di sampingku mengarahkan bentuknya kepadaku, sambil menodongkan sesuatu , diapun berkata : “Rp.20.000 Pak. …
haaaah (bernafas lega, akupun menyadari kalau dia Kernek Damri yang sok ganteng itu kayak yang baca… hehehehe ) kirain disuruh diam, ternyata disuruh bayar … hehehe
setelah itu dia beralih ke Tourist untuk melanjutkan misinya.
Kembali telingaku mencicipi manisnya kata si Touris “Trima Kasih”. Akupun kembali menarik kail obrolan sambil menyambutnya (coddo’ hehehe), Oooh Nice, Your Trima kasih is good (yeaah biasaaaa … modus perkenalan … hehehe)… lanjutku bertanya sy : How to say in Blanda “trima kasih” ?
Tr : Pardon
Sy : (sambil mengulang) oooh …Pardon.
Kembali Obrolan kami dijedah dengan lemotnya roda-roda damri yg Bulat (nassami, masa’ segi tiga … hehehe) diiringi dengan nada-nada rem kendaraan di sekitar… ada apa yah (tanyaku dalam hati) kubuka gorden jendela warna biru yang sedari tadi menghijabi kaca jendela, wah … oooh Pembuatan Film yah … dua touris jg ikut berkomentar “They make a Film” (ooh bikin filemki), sypun menyambut : yeah like a film (iye’ kayak mau bikin film)
Tiba-tiba Hasratku didesak oleh Otakku yang menyimpan file memori tentang Belanda dan Manuskrip atau naskah asli Aksara Bugis, Normal aja, sebagaimana di dalam buku-buku sejarah Indonesia yang kita pelajari dengan metode CBSA (Catat Buku Sampai Abiz) jaman sekolah dulu. Menurut sejarah … Naskah La Galigo dapat dijumpai di beberapa negara. Naskah tersebut tidak merupakan satu kesatuan yang utuh akan tetapi naskah tersebut terpisah-pisah. Hal inilah yang menjadi hambatan bagi para Peneliti Leiden di Belanda, di Malaysia, Naskah sejarah atau manuskrip terpanjang di dunia yang berasal dari Tanah Luwu tersebut kini sedang berada di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Naskah ini disimpan di lantai dua. Dalam sebuah ruangan bersuhu 18 derajat Celcius. Dan Konon, katanya Para calon Magister Sastra Bahasa di Belanda diwajibkan mempelajari Aksara Bugis (Naaah begiiiituuu … mengertmaki´?) maka dari itu, sy kembali menyajikan beberapa pertanyaan pada Sang Touris, adakah dia tahu tentang Bugis, “ ﻫﻴﺎ ﻧﺒﺮﻫﻦ ” (mari kita buktikan) … (hehehehe Ballassi Toris ka)
Sy : Belanda is Netherland, Right ? (Blanda samaji nederlan toh ?)
Tr : (sambil memainkan jari dan pergelangan tangan kanannya ia menjawab) yes, just the same (iye’ samaji)
Sy : So, Do You Know about Bugis Language ? Bugis Language From Sulawesi , yup … South Sulawesi ?(kita’ tahu tentang manuskrip bahasa bugis ? bugis bahasa Sulawesi, yang di sulawesi selatan kaa)
Tr : (Geleng kepala) I Don’t Know … is save ? (iye’, nda’tau’mi juga’ itu … masih tersimpanji ?)
Sy : yeah … it’s save in Blanda. (Baa …iye’ … tersmpan di Belandaki)
Agaknya dia penasaran, buka diskusi kecil dengan teman wanita yg berada disampingnya, naluriku membaca, kalau hasil diskusinya akan berkata “Tidak Tahu”.
(Iapun menoleh dengan Isyarat gelengan kepala) Tr : Sorry, I Don’t Know … (Sory Cika’, nda’kutaukki) …(nnnjo’ bilangmemanga’ nda’ nataukki, berarti bukan orang akademi ini toris, Travelling ji mungkin natau’, hehehehe).kembali jeda terjadi pada Obrolan kami, Segera kuambil BlackBerryKu untuk mencatat Perjalanan ini ... ツ Hϱhϱhϱ"̮ ツ , jadi deh satu tulisan tentang obrolanku dengan Mister dari belanda ini. Meskipun, obrolan ini tergolong singkat, yah tentunya Ada kesenangan tersendiri. Kemudian akupun menyadari tulisan ini belum lengkap tanpa berkenalan nama dengannya, iseng dikit nanya tentang portugis, apa Sama dengan belanda yah ? (tanya’ Budi)
Sy : sorry sir, is portugis different with belanda ?
Tr : yeah, like Indonesian n Chinese
sy : ohh, ... Oh yah Sir, your name ?
Tr : (dengan ramah sambil mengulurkan tangan) nick. Nickelous (saya curiga tulisannya seperti ini “Nicholas”, cuman dia kan dari Belanda jadi lahjahnya beda jg, sama Orang Jawa dengan Makassar, kalau jawa panggil Zainuddin jadi jenudin, kalau Makassar panggil sainu’ddinG. Hehehe)
sy : zy, my name's zy, kembali sy mengetik tulisan ini di BB, tiba-tiba kernek Bis Damri dating (eh kernek atau Kenet, benar yang manami itu di’ ? atau sekali Karanne’mo paeng… hehehe) dengan ramah menanyakan ,Kr (inisial Kernet): where do you go ? (mau kemanaki’?)
Tr : dubai (ke dubai)
Kr : what time (Maksudnya cek off jam berapa?)
Tr: at twelve (jam 24.00).
Kr : Ok. Thanks (Oke, trimakasih)
sy pun menoleh dan berkata : sir, at twelve ?dubai ?
Tr : (singkat)yup,
sy : just the same, at twelve, but different place, am with Kuwait plane,
Tr: OOº°˚˚°ºOOhhhhhh Kuwaits airway ?
Sy : yup ... Terminal two ?
Eh …, yang jawab malah cewek di sampingnya, mungkin sejak daritadi yah pengen ngobrol ma saya, Cuma melumelu…. hehehe, dengan senyuman menawan Sang Touris Cewe’ menyambung : yah, terminal two. (wahwahwahwah … Dinginnya malam jadi serasa hangat dengan senyumannya itu … membuat otakku merekamnya dan tersave secara sempurna sampai sekarang … dddeh … apamo … curhaat ?)Setelah mengambil troller mereka mengucapkan Tr : have a nice way(slama’ki’ dalam perjalananta’), (sambungnya dengan Bahasa Indonesia) Sampai Jumpa lagi.
(Secara otomatis tanganku terangkat dan melambai ke hadapan mereka)Sy : iye’, have a nice way (salama’ki’ juga’) and sampai Jumpa
Begitu ji. Hadayeq 01.18 (17 Jan 2013)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar